Sabtu, 08 April 2017

Hi teman blogger!! Apakah itu inteligensi?
Kali ini saya akan meresume kepada kalian mengenai inteligensi, dan apa kaitannya kepada psikologi pendidikan? 

                          


Inteligensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari.

Tes Inteligensi Individual
·         Tes Binet. Terdiri dari 30 pertanyaan, mulai dari kemampuan untuk menyentuh telinga hingga kemampuan untuk menggambar desain berdasarkaningatan dan mendefinisikan konsep abstrak.
Binet menggunakan konsep mental age (MA) atau usia mental. Tak lama kemudian, William Stern menciptakan konsep intelligence quotient (IQ), yaitu usia mental seseorang dibagi dengan usia kronologis, lalu dikalikan 100. (IQ=MA/CA x 100)
·         Skala Weschler. Selain menunjukkan IQ keseluruhan, skala Wechsler juga menunjukkan IQ verbal dan IQ kinerja pada lima subskala kinerja.

Tes Individual versus Tes Kelompok
·                      Lorge-Thorndike Intelligence Tests
·                       Kuhlman-Anderson Intelligence Tests
·                      Otis-Lennon SchoolMental Abilities Tests



Tes Multiple Intelligences
Mana yang lebih tepat, memandang inteligensi murid sebagai kemampuan umum atau sebagai sejumlah kemampuan spesifik yang berbeda?
Pandangan awal. Binet dan Stern memfokuskan pada  konsep inteligensi umum yang oleh Stern dinamakan IQ. Wechsler percaya bahwa adalah mungkin dan perlu untuk mendeskripsikan baik itu inteligensi umum maupun inteligensi spesifik dan inteligensi kinerja seseorang. Dia mendasarkan diri pada gagasan Charles Spearman (1927) yang mengatakan bahwa orang punya inteligensi umum yang disebut g, dan tipe inteligensi spesifik, yang disebut a.
Teori Triarkis Sternberg. Menurut teori ini, inteligensi muncul dalam bentuk: analitis, kreatif, dan praktis. Inteligensi analitis adalah kemampuan untuk menganalisis, menilai, mengevaluasi, memabandingkan, dan mempertentangkan. Inteligensi kreatif adalah kemampuan untuk mencipta,mendesain, dan mengimajinasikan. Inteligensi praktis fokus pada kemampuan untuk menggunakan, mengaplikasikan, mengimplementasikan, dan mempraktikkan.

Delapan Kerangka Pikiran Gardner.
1.       Keahlian verbal: kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna (penulis, wartawan, pembicara).
2.       Keahlian matematika: kemampuan untuk menyelesaikan operasi matematika (ilmuwan, insinyur, akuntan).
3.       Keahlian spasial: kemampuan untuk berpikir tiga dimensi (arsitek, perupa, pelaut).
4.       Keahlian tubuh-kinestetik: kemampuan untuk memanipulasi objek dan cerdas dalam hal-hal fisik (ahli bedah, pengrajin, penari, atlet).
5.       Keahlian musik: sensitif terhadap nada, melodi, irama dan suara (komposer, musisi, dan pendengar yang sensitif).
6.       Keahlian intrapersonal: kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif (teolog, psikolog).
7.       Keahlian interpersonal: kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain (guru teladan, profesional kesehatan mental).
8.       Keahlian naturalis: kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, ahli botani, ahli ekologi, ahli tanah).


Kontroversi dan Isu dalam Inteligensi

Sifat dan Asuhan. Isu sifat-asuhan (nature-nurture) adalah debat tentang apakah perkembangan seseorang terutama dipengaruhi oleh sifat alamiah ataukah oleh pengasuhan. Sifat adalah warisan biologis anak, sedangkan asuhan adalah pengalaman lingkungan
Apakah Orang Punya Inteligensi Umum? Mengingat banyak orang tertarik pada multiple intelligence, tampaknya tidak bijak untuk memikirkan tentang kemungkinan anak punya inteligensi umum. Akan tetapi sejumah pakar mengatakan bahwa individu bukan hanya punya inteligensi umum, tetapi inteligensi umum ini juga bisa diaplikasikan untuk memprediksi kesuksesan sekolah dan pekerjaan.
Etnis dan Kultur.
                Perbandingan etnis. Di AS, skor rata-rata anak dari keluarga Afrika-Amerika dan Latin berada dibawah anak dari keluarga kulit putih non Latin berdasarkan tes inteligensi standar. Apakah perbedaan ini didasari oleh faktor warisan genetika atau lingkungan? Jawabannya adalah lingkungan. Salah satu alasannya adalah dalam dekade terakhir ini, saat keluarga Afrika-Amerika mengalami peningkatan peluang sosial,ekonomi dan pendidikan, gap antara anak-anak Afrika-Amerika dan Kulit Putih pada tes inteligensi konvensional semakin menyempit.
                Bias kultural dan tes yang fair secara kultural. Banyak tes inteligensi awal mengandung bias kultural, lebih memihak pada anak-anak perkotaan ketimbang pedesaan, anak dari keluarga kelas menengah ketimbang keluarga miskin, lebih memihak Kulit Putih ketimbang anak minoritas. Problem lainnya adalah bahkan jika isi dari item tes itu tepat, bahasa yang dipakainyamungkin tidak pas. Beberapa anak dari etnis minoritas akan kesulitan memahami bahasa tes.
Tes yang fair secara kultural adalah tes yang diusahakan bebas dari bias kultural. Ada dua jenis tes, yang pertama berisi item-item yang diyakini dipahami oleh anak-anak dari semua kelompok etnis dan sosioekonomi. Tipe tes kedua tidak menggunakan item verbal.
Pengelompokan dan Penelusuran Kemampuan.
                Pengelompokan kemampuan antar kelas. Tipe pengelompokan in mengelompokkan murid berdasarkan kemampuan atau prestasi mereka. Pengelompokan antar kelas adalah membagi murid ke dalam jalur persiapan ke universitas dan jalur umum. Di dalam dua jalur ini, dapat dilakukan pengelompokan lebih jauh. Bentuk penulusuran kemampuan lainnya adalah dengan mempertimbangkan area kemampuan yang berbeda-beda.
Satu variasi dari pengelompokan kemampuan antarkelas adalah program non-graded (lintas usia), dimana murid dikelompokkan berdasarkan kemampuandalam subjek tertentu terlepas dari usia atau levelnya. Joplin Plan adalah program nongraded untuk pelajaran membaca. Dalam Joplin Plan, murid kelas dua, tiga, empat disatukan karena tingkat kemampuan membaca mereka sama.

Pengelompokan Kemampuan dalam Kelas. Pengelompokan ini menempatkan individu dalam dua atau tiga kelompok di dalam kelas dengan mempertimbangkan perbedaan kemampuan murid.


0 komentar:

Posting Komentar